Pengalaman Sidang Pelanggaran Lalu Lintas di Tangerang

12 08 2008

Meneruskan tulisan saya diblog ini tentang ” Kenangan Buruk Dengan Oknum Polantas Tangerang” akhirnya pada tanggal 8, bulan 8, tahun 2008  saya mendapat satu pelajaran baru yang ingin saya bagikan siapa tahu suatu saat dapat berguna bagi rekan2 .

****

Lokasi Pengadilan Negeri Tangerang sendiri berada di Jl. Taman Makam Pahlawan Taruna – Tangerang. Berselisih beberapa gedung dengan Stadion Benteng dan berada dibelakang lingkungan Pusat Pemerintahan & Gedung DPRD Kota Tangerang.

Jarak tempuh jika dihitung dari Jakarta ( wilayah Jakarta Selatan – Pancoran ) akan memakan waktu sekitar 1-1,5 jam dengan menggunakan motor pada saat jam sibuk ( pagi hari ).

Bangunan gedung terdiri dari tiga gedung utama dan lokasi gedung pengadilan untuk pelanggaran lalu lintas berada dibagian paling kiri tepat didepan gerbang masuk.

Seperti pada umumnya gedung2 pemerintahan yang berhubungan dengan “Pelayanan Masyarakat” lokasi sekitar gedung pengadilan ini juga banyak dipenuhi oleh para calo yang berusaha memanfaatkan ketidak tahuan ( atau kebodohan … ) masyarakat. Saran saya rekan2 sekalian sebaiknya tidak usah takut dan jangan pernah memperdulikan mereka.

Kembali ke deskripsi gedung pengadilan, terdapat dua ruang sidang yang terpisah didalam gedung. DIsebelah kiri pintu masuk adalah ruang sidang yang diperuntukkan bagi Pelanggar Lalu Lintas yang berada di yuridiksi Polres propinsi Tangerang dan disebelah kanan pintu masuk diperuntukkan bagi Pelanggar lalu lintas yang berada di wilayah lokasi hukum masing2 Polsek kabupaten ( hal ini dapat diketahui melalui stempel yang tertera di Slip merah/biru ).

Karena saya kebetulan ditilang oleh petugas dari Polres Metro Tangerang maka saya diharuskan mengikuti sidang di ruang pengadilan sebelah kiri. Prosesnya tidak repot2 amat, saya hanya diminta mengumpulkan surat tilang yang saya pegang kemudian menunggu panggilan menghadap hakim.

Lama sidang memakan waktu kurang lebih 5-15 menit tergantung apakah kita mau beradu argumen dengan hakim mengenai pelanggaran yang dituduhkan atau tidak. Sedang untuk saya, saya hanya membutuhkan waktu sekitar 5 menit mendengar keputusan sang hakim.

Setelah sidang selesai saya diharuskan naik kelantai 2 untuk membayar biaya denda plus biaya perkara yang besarnya Rp.25.000,- untuk pelanggaran pasal 61 UU Lalu Lintas ditambah biaya perkara sebesar Rp.50,-. Jadi total uang yang harus saya keluarkan adalah sebesar Rp.25.500,- ( bandingkan dengan angka yg ditullis oleh si oknum polantas keparat itu sebesar Rp.100.600,-. Dasar monyettt !!!! ).

Setelah semua proses selesai saya menerima kembali SIM A saya dan kembali kekantor untuk meneruskan pekerjaan saya yang tertunda.

Mudah bukan ….

Jadi, pesan saya jangan mudah dibohongi oleh para oknum aparat Polantas. Jika rekan2 terpaksa ditilang hal yang pertama harus dilakukan

adalah meminta “Slip Biru” ( jangan lupa melihat terlebih dahulu pasal berapa yang dikenakan dan lihat nominal denda yang tertera ). Jika ada hal yang rekan2 anggap aneh atau menyimpang atau malah dipersulit, mintalah ” Slip Merah” saja dan tanyalah dengan detail tanggal dan lokasi sidang yang akan dilaksanakan serta jangan sekali-kali menerima ajakan damai ( tentu saja hal ini tidak dapat berlaku ketika rekan2 berada diluar kota yang cukup jauh dengan lokasi aktivitas sehari2. Grrrrrrr !!!!!!  :evil: )

salam,

ps : Total biaya yang dikeluarkan sebesar Rp.25.500,- ( Rp.25.000,- untuk pelanggaran pasal 61- salah mengambil jalur – plus biaya sidang Rp.50,- ). Total waktu yang dikeluarkan kurang lebih 2 jam ( 1 jam 40 menit untuk menunggu antrian & panggilan hakim dan sisanya untuk menjalani sidang & mengurus pembayaran denda )

About these ads

Actions

Information

14 responses

13 08 2008
edy

nah mending minta disidang aja kan?
lebih murah n ga sulit :D


Sulit Ed,
Sulit bangun paginya :mrgreen:

22 08 2008
budiernanto

bah, saya denda STNK aja ga ditulis sama si oknum.. harusnya denda masuk kantong negara malah masuk kantong pribadi..


Gak cuman kantong pribadi yg nilang loh
ada juga yg namanya setoran ke ******** :evil:

28 08 2008
on#Desktop

( bandingkan dengan angka yg ditullis oleh si oknum polantas keparat itu sebesar Rp.100.600,-. Dasar monyettt !!!! ).

senang banget denger kata2 ini bos. memang monyet semua oknum-oknum polantas. buts thanks bos informasi pengalamannya. kira-kira bos kalau mau cari tabel pasal dan biaya perkara lalu lintas ada linknya bos.

trims

Linksnya saya ambil dimarih om. Trim’s juga

2 09 2008
warmorning

saya takut di sidang masalahnya :D

19 10 2008
jhonie

SIIIIIIIIIIIIIP LAHH . . .
haruznya yg ditilang itu oknumnya , karna dah main denda segitu banyaknya, hiduup pengguna jalan……!!!!!

20 11 2008
boy

katanya tidak ada angkanya alias kosong////

gimana nih? Logika tulisannya kok beda antara “Kenangan Buruk dengan Oknum Polantas Tangerang”

Coba baca lagi deh bozz, ada kalimat yg ketinggalan gak. :lol:

29 11 2008
bumi

all, ne aq akan sidang besok tanggal 12 desember 2008 d pn tangerang, kasusnya sama, yaitu pasal 6. ini terjadi dibandara depan terminal 1, dsana ada sekolompok oknum..pikir kami karna kita gak tau jln berhenti nanya malah ditilang., ini sebaikanya gmana menurut kawan2, pada awalny kami gak mau dami mendingan ditilang?…ne dah mau proses sidang?…gmana lanjutkan!!!.mohon pencerahanya” tapi sebagai pertimbangan ini ref” Pasal 61

(1) Barangsiapa melanggar ketentuan mengenai rambu-rambu dan marka jalan, alat pemberi isyarat lalu lintas, gerakan lalu lintas, berhenti dan parkir, peringatan dengan bunyi dan sinar, kecepatan maksimum atau minimum dan tata cara penggandengan dan penempelan dengan kendaraan lain sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 23 ayat (1) huruf d, dipidana dengan pidana kurunganpaling lama 1 (satu) bulan atau denda setinggi-tingginya Rp. 1.000.000,00 (satu juta rupiah).

(2) Barangsiapa tidak menggunakan sabuk keselamatan pada waktu mengemudikan kendaraan bermotor roda empat atau lebih, atau tidak mengggunakan helm pada waktu mengemudikan kendaraan bermotor roda dua atau pada waktu mengemudikan kendaraan bermotor roda empat atau lebih yang tidak dilengkapi dengan rumah-rumah, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 ayat (1) huruf e, dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda setinggi-tingginya Rp. 1.000.000,00 (satu juta rupiah).

(3) Barangsiapa tidak memakai sabuk keselamatan pada waktu duduk di samping pengemudi kendaraan bermotor roda empat atau lebih, atau tidak memakai helm pada waktu menumpang kendaraan bermotor roda dua atau menumpang kendaraan bermotor roda empat atau lebih yang tidak dilengkapi dengan rumah-rumah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 ayat (3) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda setinggi-tingginya Rp. 1.000.000,00 (satu juta rupiah). masukannya ya?…

Maaf baru dibalas bozz

dsana ada sekolompok oknum..pikir kami karna kita gak tau jln berhenti nanya malah ditilang.. Jujur aja hal2 kyk gini yg bikin saya keqi bgt sama polisi2 ditangerang !!!!.

Saya juga awalnya pernah baca mengenai referensi yang mas berikan & memang tidak pernah ada kepastian yang jelas mengenai peraturan ini. Sampai2 saya buka websitenya Mabes Polri tapi gak ada jawaban. Toh mungkin sengaja dibuat seperti itu biar masyarakat pusing hehehe ..

Yang pasti saya berpegang pada data ini dimana data ini sempat disebarluaskan melalui beberapa milist automotive yang saya ikuti. Dan berdasarkan pengalaman yang saya jalani pun ternyata tidak jauh berbeda dengan data tersebut.

So gak usah takut atau ragu, jalani aja sidangnya. Saya percaya masih ada orang2 baik dinegeri Tangerang :lol:

*jangan lupa dishare pengalaman ikut sidangnya ya, biar rekan2 lain gak ikut tertipu sm oknum2 pemeras itu :piss ..*

3 03 2009
si_ibenk

om bro, kebetulan bsk sy mau sidang.

cm mau nanya, klo ‘slip biru’ dan ‘slip merah’ berlaku di wilayah bali gak ya…

mohon infonya…. thx & regard.

10 03 2009
Andy

wah kebetulan banget nich dapet infonya..walau saya gag ditangerang cuma kalo masalah sharing oke oke aja…lagian di mana mana pada dasarnya polisi sama aja kok..
malah dulu (2 thun kemaren) di semarang, keluar dari tol mau lurus ke arah barat (cirebon) saya ditilang disitu..gara garanya ga masuk akal.. Lampu lalin sedang merah…saya berhenti TAPI kok masih kena tilang…wahh ampun…terus disuruhlah berhenti..setelah berhenti di depan pom bensin mau jalan dikit lagi soalnya ada tanda dilarang berenti kok masih disuruh berhenti ma polisinya..langsung aja komplain..pak saya pengguna jalan yang baik, masa disuru berhenti ditempat yang tidak dibolehkan…akhirnya si polisi ngalah…hheheee..disuruh maju dikiiiiiiitt lagi…oke lah..akhirnya masuk ke MARKAS POLISI BERSEPATU DUIT Tilangan…disitu di bla bla bla bluk bluk….walah…ni polisi aneh banget.,.masa lampu merah berenti ga boleh…SEDENG LOE POLISI…trus ada bis kecil berenti di tempat yang saya tadi berenti…”PAK, TUH KOK BIS GAG KENA TILANG SICH??, EMANG CUMA MOBIL PLAT LUAR AJA YANG HARUS KENA TILANG YAH??” akhirnya tuh polisi keluar kantornya ngomel ngomel…hahahah (puas banget ngeliat bis ditilang walau dia nyogok)…
akhirnya ma polisi itu saya mau dibantu dengan 4 lbr 20 ribuan…(WHAT???ARE YOU SUCK POLICE)…masa 80 rebu..parah loe…akhirnya “SIDANG AJA PAK!!!” malah ngotot tuh polisi…dibantu aja bantu aja…”ENAK AJA…SAYA YANG KENA KOK MALAH BAPAK YANG NGOTOT???” akhirnya dengan terpaksa beliau menuliskan surat tilang….dan saya pun disuruh tanda tangan disitu…”EITZ,,,EITZ….SAYA GAG SALAH JANGAN DISURUH TANDA TANGAN DONG” hehehhehe….ampuh juga tuh…akhirnya surat tilang ga diteken ma sayah….
lalu berlalulah saya menuju bandung dengan perasaan “MONYET juga tuh POLISI…heheheh…” yuk akh…
beberapa minggu kemudian (2 mingguan sesudah HARI KEJADIAN) berangkat ke semarang lagi…disana ratusan orang disidang…”mas mau dibantuin mas??”” ga deh kata saya..
akhirnya nyari nomer urut di papan pengumuman…oh ini dia…dan akhirnya saat yang ditunggu datang…
“Loh mas kok ndak tanda tangan iki piye” kata pak hakim..
“saya gag salah kok pak disuruh tanda tangan?”jawab saya
“lah emang kata polisine piye?”” hakim “ya udah ntar kita ngobrol di ruang saya” akhirnya persidangan yang masih harusnya panjang…di stop sama pak hakim…saya di ajak ke ruangannya…
disana dijelaskan titik perkaranya…
lalu kata pak hakim..oohh akhirnya si polisi itu di interkom “Monyet satu monyet satu..monyet satu dipanggil gag jawab..nyet nyet”….
akhirnya polisi datang kesitu..tapi bkan polisi yng nilang..bahkan yang ini gag ada di TKP waktu kejadian…dan si hakim pun menyuruh memberikan permintaan maaf polisi kepada saya…dan denda yang harusnya bayar Rp. 11.050 gag jadi bayar..
ternyata di situ baru tahu saya…bahwa si polisi yang nilang ini memang sengaja memberikan saya kesalahan (mungkin dia belum dapet penglaris hari itu)….dan kata pak hakim “mas ntar kalo ada apa apa sama polisi disini…nih saya kasih nomer hape saya…kontak saya semua beres…” akhirnya dengan tenang saya pun keluar ruang pak hakim…wah makasih banget pak hakim..ternyata keadilan memang masih ada di pengadilan ini..jadi tersanjung kepada pak hakim..
itulah kisah disemarang…sorry…kata katanya kasar banget..soalnya udah benci banget ama yang namanya polisi.. kecuali POLWAN…
heheheh

dan di bandung pun..ntar tanggal 20 feb 09 harus sidang lagi..kena pasal 61..
pak polisi di TKP dah menawarkan bantuan..cuma duit di kantong cuma 1000 perak…akhirnya ga mau akh pak…gag punya duit..ni aja kalo mau..disodorin duit 1000 perak malah ketawa…dasar polisi…1000 juga duit..bisa beli rokok sebungkus nytet..
dan akhirnya sayah harus menanti tgl 20 nanti..
makasih info temen temen yang disini..nanti saya sharing lagi pengalaman menyenangkan dengan monyet berseragam cokelat ituh..hak hakhak

10 03 2009
durenbangkok

@ Si Ibenk >> Sorry baru dibales. Setau saya itu berlaku untuk nasional deh, tapi …
Ada yg bisa bantuin Ibenk ??

@ Andi >> Hehehe .. semoga keluhannya bisa dijadikan masukan untuk Kepolisian Republik Indonesia ya.

17 03 2009
si_ibenk

wah… tul banget bro andy….

Keywordnya “Jangan tanda tangan klo gak merasa salah”
Soalnya kmrn pas ditilang aku maen tandangan aja walupun gak salah.
Niatnya sih pengen bela diri didepan hakim…. pas waktu sidang….

Tp kenyataannya pas sidang…. kagak di kasih nafas buat bela diri….
bu hakim langsung panggil…. langsung nulis denda…. langsung suruh bayar… lah koq jadi begini…. sial beneer…..

manalagi itu sidang kedua… karena sidang pertama batal… alasannya berkas belom sampe pengadilan…lah….(** koq bisa…. padahal ditilangnya udah hampir seminggu……..)

oleh petugasnya di suruh jumpain polisi ybs bwt ngambil sim langsung ke poltabes…. terang saja sy ogah…. klo gitu caranya mah… mending sy nyogok aja ama tuh polisi pas di TKP…. justru sy minta sidang selain krn gak salah…. krn ogah banget rasanya nyogok polisi…. tuh polisi mw ngerjain sy rupanya…
***untung sy tetep minta sidang minggu depannya… rasain tuh polisi

apa karena SIM sy bukan SIM bali tuh polisi ngerjain sy… soalnya saat yg sama… ada mhsw yg kasusnya spt sy…. disuruh ngambil langsung ke POLTABES…. motifnya sama…. dan setelah sy selidiki… SIM si mhsw bukan SIM bali juga…. lgsng aja sy ksh tau supaya minta sidang ulang minggu depan… dr pada nyogok polisi2 model gitu….

ampun deh… klo dah begini….
padahal tuh polisi dah pada dapet tunjangan tilang… msh aja nyari ceperan….
dasar gak bermoral…. mental kere….
Mudah2an aja Pak Bambang Hendarso Danuri atau KOMPOLNAS baca keluhan kita2 ini…. atau ada yg punya nomer hape Pak Bambang Hendarso Danuri????

nb:(cerita lengkap di http://kampoenglalang.blogspot.com/2009/03/sidang-tilang.html)

28 07 2009
anggoro

kalo sim ditahan brarti kita ga bisa bwa kendaraan smpe sidang dn sim kmbali ya?

6 11 2009
Risky

wah…nunggu sidang katanya lama,,sblm bca ini gw gk tau mnahu brapa dendanya,,akhirnya gw kena calo dhe…

21 05 2011
ipo

kalo ketangkep ataau di kasih buat sidang , menurut ku sih itu lebih baik kok , kecuali motornya yang di angkut ,
soalnya kalo kena operasi posisi kita pake surat tilang malah sangat aman sekali heheheh , ngga bakalan ditilang kok, dan bukan berarti kita ga boleh nge-Ride di jalan
pengalamanku sih banyak orang2 yang mo keluar kota minta / beli surat tilang kok , biar aman di jalan ,. dan harus dibalikin kok … entah bener atau tidak , itulah kenyataan yang ada walopun ngga bisa di buktikan secara langsung ,.. trims

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: