Gambar diatas adalah sebuah foto yang diambil oleh salah seorang rekan saya pada hari Senin 24 November 2008 disalah satu sudut jalan HR Rasuna Said-Jakarta. Bandingkan dengan beberapa foto yang saya ambil pada hari yang sama.
Terlihat perbandingannya ?
Yup, saya terlalu fokus untuk membuat suatu objek terlihat indah dan melupakan satu hal yang terpenting ” bagaimana membuat sebuah gambar dapat bercerita “. Pada kasus foto pertama sangat jelas terlihat seorang bapak dengan gerobak kosongnya berusaha menyebrangi jalan.
Mau lebih detil ?, coba lihat tatapan matanya dan bayangkan apa yang ada dibenak sibapak. Sebuah harapan, keputus asaan, ataukah …
LIhat kembali latar belakang dari foto tersebut, lalu lintas padat dimana dua buah truk tampak seakan tidak perduli. Bayangkan lagi apabila yang menjadi latar belakang adalah jenis sedan mewah sekelas Camry keluaran terbaru atau jenis lainnya, tidakkah akan lebih menyakitkan ?
Sedangkan pada hari yang sama apa yang saya hasilkan ?. Hanya sebuah gambar-gambar gedung yang tidak memiliki makna apa-apa kecuali keangkuhan. Meskipun mungkin jika isi gedung-gedung itu dibedah bisa terlihat orang-orang yang sibuk dengan pekerjaannya, mobil2 mewah yang berjejer didalam lahan parkir maupun lainnya tetapi tetap saja tidak terlihat.
Saya akui saat ini saya kalah. Kalah dari seseorang rekan yang mungkin hanya bisa berpikir untukmembidik untuk kemudian mengambil foto secara sembarangan dari sebuah moment.
Dan dengan besar hati saya mengucapkan banyak ” terima kasih “ pada rekan tersebut karena saya mendapatkan satu pelajaran penting lagi yang tidak didapatkan dari semua buku panduan yang saya baca dalam beberapa bulan terakhir, bahwa ” yang terpenting adalah bagaimana membuat gambar dapat bercerita “.
salam,
















Recent Comments