Bingung juga jika diminta untuk membedakan “aku” dan “saya”. Mana diantara dua kata tersebut yang lebih pantas diucapkan.
Saat berbicara dengan seseorang yang terdekat kata-kata “aku” lebih pantas dibanding “saya”. Contohnya, ” aku sayang kamu ” lebih enak didengar daripada ” saya sayang kamu “. Tetapi, saat berbicara dalam lingkungan yang lebih formal seperti antara atasan dan bawahan dikantor, maka kata-kata “saya” lebih pantas didengar daripada “aku”. Contoh, ” baik, akan segera saya laksanakan pak !”, bukan ” Baik, akan segera aku laksanakan pak “.
Dalam kamus bahasa Indonesia online ditemukan bahwa arti “aku” adalah yang berbicara atau yang menulis ( dlm ragam akrab ); diri sendiri. Aku adalah saya begitu pula sebaliknya.
Bagi saya ( atau “aku” ? ) pembedaan antara keduanya hanyalah sebatas penegasan, waktu, tempat peggunaan serta unsur keakraban.
Anda punya tanggapan yang berbeda ??



emang ga enak sih… kalo saya sayang situ boss (elo yg ngomong dan boss lo laki2)
huakakakakakakaka
kalo “gw” siih.. asik2 ajah…