BERHARAP YANG TERBAIK KELUAR SEBAGAI PEMENANG

9 04 2009

Kamis 9 April 2009 merupakan hari bersejarah bagi rakyat negeri “kucrit” ini. Sebuah hari dimana katanya rakyat dianjurkan untuk menggunakan hak pilihnya guna memilih calon2 perwakilan dilegistlatif dan eksekutif. Diajurkan ??, tapi koq ada statement ” Golput itu haram” ?!!! *mikir*

Sebuah hari dimana banyak orang yang akan deg-deg-an menanti hasil akhir perhitungan suara. Siapa bakal menang, siapa yang bakal memimpin, dan siapakah yang bakal menjadi pecundang. Saya percaya banyak orang yang siap untuk menang, tetapi apakah mereka juga sudah siap untuk kalah ?. Sepertinya dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk pertanyaan ini :-p

Semua media baik televisi, radio, media cetak maupun elektronik lainnya sibuk memberitakan perkembangan demi perkembangan yang terjadi. Bahkan dibeberapa blog rekan2 yang sempat saya baca banyak yang membahas hal ini.

Kembali ke masalah menang kalah, bagi saya siapapun yang menang tidak menjadi persoalan besar. Asalkan mereka dapat mengemban amanat rakyat negeri “kucrit” yang telah lama menanti lahirnya sang “Ratu Adil”.

Ratu Adil ?. Yakinkah saya bahwa Ratu Adil yang akan muncul ?. Atau jangan2 malah akan timbul satu komplotan “Buto ijo, kuntilanak, dedemit bahkan kacung kampret, yang baru ?”.

Wah..wah.. jangan sampe deh. Sebab berarti kita harus rela menunggu 5 tahun kedepan lagi dong. Itu juga kalo umurnya nyampe :lol: . Atau harus menggulirkan bola reformasi seperti beberapa tahun lalu.

Bagaimanapun hasil akhir belum diperoleh. Masih banyak suara yang belum terhitung. Paling tidak sikap optimis tetap dibutuhkan. Semoga saja yang terbaik dapat keluar sebagai pemenang.

Demi kemerdekaan, demi kemakmuran, dan demi kejayaan negeri “kucrit” tercinta.

 

salam,





AKU ATAU SAYA

19 03 2009

Bingung juga jika diminta untuk membedakan “aku” dan “saya”. Mana diantara dua kata tersebut yang lebih pantas diucapkan.

Saat berbicara dengan seseorang yang terdekat kata-kata “aku” lebih pantas dibanding “saya”. Contohnya, ” aku sayang kamu ” lebih enak didengar daripada ” saya sayang kamu “. Tetapi, saat berbicara dalam lingkungan yang lebih formal seperti antara atasan dan bawahan dikantor, maka kata-kata “saya” lebih pantas didengar daripada “aku”. Contoh, ” baik, akan segera saya laksanakan pak !”, bukan ” Baik, akan segera aku laksanakan pak “.

Dalam kamus bahasa Indonesia online ditemukan bahwa arti “aku” adalah yang berbicara atau yang menulis ( dlm ragam akrab ); diri sendiri. Aku adalah saya begitu pula sebaliknya.

Bagi saya ( atau “aku” ? ) pembedaan antara keduanya hanyalah sebatas penegasan, waktu, tempat peggunaan serta unsur keakraban.

Anda punya tanggapan yang berbeda ??





DUKUN CILIK ITU MULAI TERKENAL

20 02 2009

Entah bagaimana pola pikir orang-orang dinegeri ini. Disaat ilmu pengetahuan dan teknologi semakin maju praktek perdukunan masih saja dianggap suatu hal alternatif paling mujarab dalam mengobati penyakit. Tulisan ini sengaja saya buat untuk mengkritik manusia-manusia aneh yang masih juga mempercayai masalah perdukunan dan mengkultuskan mereka seolah-olah mereka adalah manusia pilihan yang sengaja diciptakan sebagai dewa penolong .

**

Sudah dengar berita tentang ” Ponari Si Dukun Cilik Dari Jombang ?”. Berita santer yang menjadi bulan-bulanan media, tentang kisah seorang anak kelas III SD dari Jombang dengan mukzizat menyembuhkan penyakit.

Buat saya, hal ini bukanlah hal yang aneh, justru masyarakatlah yang membuat hal ini menjadi heboh. Dengan berbagai cara warga berbondong-bondong mendatangi kediaman sang dukun cilik tanpa perduli guna melampiaskan ego memperoleh kesembuhan dari penyakit yang diderita. Sampai-sampai mereka terkesan tidak perduli saat Ponari terpaksa absen selama satu bulan dari sekolah akibat kesibukannya mengobati pasien. ( Detik.com Rabu 18/02/2009 ).

Sejak dibuka, setiap hari kecuali Kamis dan Jumat, Ponari akan melayani sebanyak 5 ribu pasien. Dalam sehari, praktek pengobatan yang dilakukan Ponari dibuka 2 kali. Yakni sekitar pukul 07.00 WIB-10.00 WIB dan pukul 14.00 WIB-17.00 WIB ( detik.com )

5 ribu pasien dalam sehari ??!!. Sungguh kesibukan yang luar biasa.

Ponari si dukun sakti saat ini mungkin masih belum mengerti tentang itu. Ia mungkin akan marah saat merasa teralu lelah atau malah bermain diwaktu senggang. Ponari belum mengerti bahwa semua eforia ini bisa saja membuatnya lebih arif atau bahkan berbalik dan menjerumuskannya kedalam lubang tanpa masa depan.

Sudah cukup waktunya. Alangkah  baiknya jika kita semua mengakhiri kehebohan sampai disini. Kembalikan Ponari  seperti anak-anak pada umumnya, yang dapat bermain dan bersekolah secara normal. Jangan kultuskan dia sebagai dukun sakti penyembuh segala penyakit, tetapi bimbinglah ia untuk menuju jalan yang lebih baik.

salam,





Waspada dengan kejahatan

8 02 2009

Saud yang sehari-hari bekerja sebagai pengajar menemukan sebuah amplop coklat berisi surat2 penting atas nama PT. Mico Graha Pavindo disertai cek selinilai Rp.4,7milyar tergeletak dijalan Otista Raya, berninisiatif  untuk mengembalikannya melalui nomor selular yang tertera didalamnya…

” Ternyata setelah saya menelepon, saya seperti dihipnotis. Saya melakukan semua yang diperintahkan orang itu melalui telepon. Dia menyuruh saya mentransfer uang sebesar Rp.3juta kerekeningnya …… ” ugkap Saud -Harian Kompas, Sabtu 7 Februari 2009, hal 26.

******************************************************************************************************

Merinding membaca berita tersebut. Bagaimana seorang yang memiliki niat baik untuk menolong ternyata malah dijadikan korban penipuan. Ini bukan satu-satunya kisah. Masih banyak cerita pahit lain yang sering terlewat begitu saja oleh kita.

Pelaku kejahatan yang makin kreatif  menuntut kita untuk dapat lebih waspada. Saat ini sikap untuk tidak mudah percaya pada sesuatu mungkin adalah yang terbaik demi alasan keamanan diri sendiri. Namun jika demikian, maka akan lebih banyak masyarakat yang bersikap masa bodoh dan tidak perduli.

Pertanyaannya ialah untuk apa kita hidup bermasyarakat apabila kita tidak lagi memiliki sikap tolong menolong. Tetapi, jika kita mau menolong adakah jaminan bahwa orang yang kita tolong itu bukanlah seorang  penipu dan penjahat ?

Silahkan simpulkan sendiri ..





Ketika kemusyrikan kembali kekemusyrikan

10 12 2008

Beberapa waktu lalu saya sempat membaca sebuah buku kumpulan cerpen  tua yang jika tidak salah ditulis oleh Amir Hamzah tentang kisah seorang mubaligh muda yang berkeinginan menghapus kemusyrikan disebuah desa terpencil.

Sebagai langkah awal Sang mubaligh menetapkan niat guna membongkar sebuah makam keramat yang sangat dihormati warga dan sering digunakan sebagai tempat persembahan. Meski mendapat tentangan dan ancaman yang sangat besar, sang mubaligh muda tetap melaksanakan niatnya guna membuktikan bahwa makam tersebut hanyalah sebuah makam biasa dan tidak memiliki kisah keramat apapun hingga tidak pantas ditakuti.

Tuhan memberkati niat Sang mubaligh muda. Dengan kekuatan dua tangan ia berhasil membongkar makam tersebut dan dan menjadikan cerita tentang kutukan-kutukan tersebut sebagai kebohongan belaka.

Langkah selanjutnya Sang mubaligh memutuskan untuk membenahi bangunan Mushola desa dari bentuknya kumuh menjadi lebih baik. Ditanaminya halaman mushola dengan puluhan batang cemara yang memperindah bentuk bangunan.

 Pada awalnya masyarakat tidak menyetujui langkah ini karena sebagian besar dari mereka masih memiliki pandangan kuno bahwa cemara merupakan pohon khusus Agama Nasrani, tetapi dengan kesabaran dan pengetahuan yang luas Sang mubaligh dapat merubah cara pandang warga menjadi lebih terbuka.

Warga yang pada awalnya merasa antipati akhirnya dapat menerima kehadiran Sang mubaligh bahkan sebagai penghormatan para tetua mengangkat beliau sebagai penasihat sekaligus guru agama dan spiritual didesa itu. 

Disinilah awal bencana terjadi. Seorang warga yang sekarat mendatangi Sang mubaligh muda guna meminta petunjuk dan doa. 

Dengan seijin Allah kekhusyukan doa serta keihklasan sang mubaligh penyakit warga tersebut dapat disembuhkan. Kabar ini cepat meluas bahkan hingga kedesa-desa tetangga. Satu demi satu orang2 ramai mendatangi kediaman sang mubaligh untuk meminta segala macam doa dan permohonan. 

Iblis mengambil kesempatan. Diam-diam ia masuk dan bersemayam dihati guna memonopoli pikiran sang mubaligh, membujuknya untuk menjadi seorang mahluk “suci” pilihan Tuhan. Menjadikannya sombong dan angkuh.

Saat Tuhan memanggilnya kembali ratusan pelayat ikut mengiringi jasadnya ketempat peristirahatan terakhir.

Sebulan berlalu sejak kematiannya, nisan penanda makam Sang mubaligh dibungkus kafan putih sebagai penanda bahwa ” disini adalah tempat peristirahatan terakhir orang sakti pilihan “. Makamnya dijadikan simbol keramat baru yang selalu dikelilingi bau menyan dan selalu didatangi puluhan peziarah  guna mengharapkan berkah.  

Cerita lama kembali berulang. Masyarakat yang dulu dihinggapi kemusyrikan kembali kekemusyrikan lagi. Dan iblis memenangi pertarungan pada saat-saat akhir.  

 

salam,








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.